Permendikbud, POS, Kisi-Kisi/SKL, Tanya Jawab, dan Slide Presentasi UN Tahun Pelajaran 2011/2012

12 01 2012

Menyambut Ujian Nasional 2011/2012, silahkan download Permendikbud No 59 tahun 2011  tentang KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK DARI SATUAN PENDIDIKAN  DAN PENYELENGGARAAN UJIAN  SEKOLAH/MADRASAH DAN UJIAN NASIONAL   

POS UN SD_MI, SK BSNP tentang KISI-KISI UJIAN NASIONAL  UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Tanya-jawab-UN-2012 yang disusun atas kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara UN, serta Presentasi-Sosialiasi UN Tahun Pelajaran 2011/2012.

Kepada seluruh siswa yang akan mengkikuti UN dan pendidik kami ucapkan selamat menyongsong pelaksanaan UN TP 2011/2011 semoga dengan semangat belajar dan berlatih akan teraih cita-cita dengan hasil yang maksimal.





Ujian Nasional Mulai 16-19 April 2012

15 12 2011

Meski ditentang banyak pihak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ngotot menggelar ujian nasional (UN) 16 hingga 19 April 2012. Kepastian ini disampaikan Menteri Dikbud M Nuh kepada wartawan, Sabtu (10/12/2011).

Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012 dan UN susulan berlangsung pada 30 April-4 Mei 2012.

Adapun, untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012 dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012.

Pengumuman hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB, dan SMALB pada 2 Juni 2012, sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.

Mantan Rektor ITS ini mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari keabsahan pelaksanaan UN mendatang. “Hasil ijtihad saya memutuskan UN harus tetap jalan baik dari perspektif politik maupun akademik. Tidak perlu diperdebatkan halal atau haramnya karena MA juga tidak pernah melarang UN,”tegasnya.

Dipilihnya tanggal 16-19 April 2012 karena di hari itu tidak ada agenda nasional maupun hari besar keagamaan sehingga tidak mengganggu pihak-pihak yang merayakannya. “Kalau UN kemarin kan bersamaan dengan pelaksanaan puasa untuk umat nasrani, jadi banyak warga Papua yang protes,” katanya.

Selain jadwal ujian, kemendikbud juga sudah menentukan jadwal ujian susulan mulai 23 hingga 26 April 2012.”Kami sengaja mengumumkan jauh hari agar sekolah mulai menyiapkan try out,” katanya.

Ada beberapa hal yang beda pada pelaksanaan UN mendatang. Diantaranya masalah soal. Dipastikan Nuh, soal-soal UN akan dibuat langsung oleh kemendikbud pusat. Ini berbeda dengan pelaksanaan UN tahun 2010-2011 dimana setiap propisni menentukan tender sendiri, meski pada akhirnya percetakan yang dipilih tidak selalu berada di wilayah propinsi tersebut, seperti Jatim yang memilih percetakan dari Jakarta. “UN tahun mendatang akan ditarik secara nasional, tapi bukan berarti satu percetakan, bisa 3-5 percetakan dan bisa dibagi per wilayah. Agar kontrol kita lebih gampang,”terangnya.

Percetakan yang dipilih nanti harus menggunakan sistem security yang bisa menekan kebocoran dan penyimpangan.

“Dengan sistem ini naskah soal yang dibuat bisa dilacak darimana percetakannya. Jadi seandainya ada dugaan kebocoran bisa langsung dicek soalnya dan sudah tahu dariaman cetaknya sehingga memudahkan untuk menyelidikinya,” terang alumni SMAN IX Surabaya.

Menurut Nuh, percetakan ini sangat penting karena bisa menjadi sumber malapetaka jika tidak baik memilihnya. Selain masalah percetakan, aturan baru yang akan diterapkan di UN mendatang adalah permutasi soal yang lebih dinamis. Sama dengan UN lalu dimana soal dibuat lima tipe A,B,C,D,E, tapi pemberian soalnya tidak selalu sama untuk tiap siswa. “Misalnya pelajaran pertama dia mendapat soal tipe A, pelajaran kedua dia tidak dapat A lagi. Ini untuk mengantisipasi kebocoran, sebab kalau mengharapkan bocoran dia minimal dapat lima tipe soal,” katanya.

Sementara untuk komposisi nilai kelulusan tetap seperti dulu yakni 40 persen nilai sekolah dan 60 persen nilai UN.

Sementara untuk kelulusan tetap ditentukan satuan pendidikan dengan kriteria telah menyelesaukan seluruh program pembelajaran, lulus mata pelajaran yang diujikan, berkelakuan baik dan diujikan secara nasional. Ini digabung baru ditentukan lulus/tidak. Sementara untuk nilai rata-rata minimal yang lulus adalah 5,5 dengan nilai minimal per mata pelajaran 4.





STOP BULLYING

20 09 2011

Raffa sudah kelas 1 SD sekarang, alangkah senangnya hati kami tatkala melihat ia memasuki ruang kelas untuk pertama kalinya. Alhamdulillah hingga saat ini ia termasuk anak yang  cerdas, mudah diarahkan dan menerima pelajaran. Saya lihat nilai-nilainya sangat baik, bahkan ia cerita sering menjadi tempat menyontek teman-teman kelasnya.. hihihi…

Namun beberapa hari ini hati saya sedikit risau ketika dalam beberapa kali kesempatan belajar di rumah, ia menyampaikan keinginannya untuk pindah sekolah karena teman-temannya menjauhi. Pada awalnya saya berfikir hal tersebut adalah biasa bagi anak-anak seumuran mereka, bercanda, musuhan, baikan lagi…

Namun tadi malam Raffa lebih jelas menyampaikan alasan kenapa ia ingin keluar dari sekolah tersebut, ia beralasan gak betah karena sering diganggu baik secara fisik oleh temannya maupun gangguan verbal dalam bentuk cemooh dan dikucilkan dan kalimat-kalimat pengusiran dari sekolah oleh beberapa teman kelasnya.

Mungkinkah Raffa korban bullying? Bullying terjadi pada siswa kelas 1 SD?!

Saya baru saja mengkomunikasikan hal ini kepada pihak sekolah sambil berharap semoga apa yang  terjadi kepada Raffa semata-mata dinamika anak kecil dan terus memberikan dukungan dan penguatan kepada Raffa.

Alhamdulillah, ternyata kebetulan tadi pagi Raffa sudah dipindahkan posisi duduknya oleh wali kelas ke posisi depan dari sebelumnya di tengah. Wali kelas pun menyadari potensi Raffa dan mengakui kelemahannya dalam mengawasi siswa siswa yang hanya 5 siswi dari 20 siswa. ia pun berjanji segera menindaklanjuti hal ini.

Itulah yang melatarbelakangi saya mengangkat tema bullying, tak terbatas untuk sekolah ataupun kuliah.. di kantorpun bisa saja terjadi…

Definisi Bullying

Apakah arti kata bullying ? Istilah ini di Indonesia masih terdengar asing dan sulit mencari padanannya, untuk itu mari kita simak beberapa definisi berikut:

Read the rest of this entry »





Orang Tua dan Tanggung Jawab Pendidikan

12 07 2011

Sekolah memang telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak hingga dewasa, termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggungjawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggungjawab sekolah.

SEBAGAI orang tua, kita ingin memberikan pendidikan yang terbaik pada anak-anak kita. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, memilihkan sekolah yang baik buat anak-anak kita. Namun, sering kali orang tua juga merasa sudah melaksanakan kewajiban mendidik anak, dengan hanya menyerahkannya kepada sekolah.

Demikian juga persepsi dalam masyarakat kita umumnya memiliki pandangan bahwa pendidikan dikonotasikan dengan ruang belajar dalam kelas yang dibatasi oleh tembok sehingga banyak orang tua yang meyakini bahwa memilih sekolah yang terbaik merupakan cara yang paling tepat untuk membekali masa depan anak di kemudian hari.Sekolah memang telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak hingga dewasa termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggungjawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keterlibatan orang dewasa yaitu orang tua yang penuh perhatian.

Jika orang tua terlibat langsung dalam pendidikan anak-anak di sekolah, maka prestasi anak tersebut akan meningkat Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki orang tua yang selalu bersikap mendukung. Pelaksanaan pendidikan bagi anak bukan hanya di sekolah, tetapi di rumah dan masyarakat sekitar kita. Sebagai orang tua hanya berusaha membangun fondasi yang kuat untuk mereka, termasuk mental spiritual dan kita harus da-pat menjadi teladan yang baik untuk anak kita.Sering muncul kesalahkaprahan. Para orang tua sering kali merasa bahwa dengan menitipkan seorang anak di lembaga pendidikan, semuanya selesai. Sementara di rumah, apa yang anak dapat tak sama dengan nilai-nilai yang diajarkan di sekolahnya. Tak ada keteladanan yang diperoleh dari anak menyebabkan mereka bimbang terhadap nilai-nilai.

Kenyataan yang terjadi masih banyak jurang pemisah yang terjadi dalam konsep pendidikan kita saat ini. Banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya tanggungjawab pendidikan ke sekolah. Tanpa disadari, anak-anak hanya menghabiskan waktu 25% di sekolah, sedangkan sisanya mereka menghabiskan waktu di rumah.Di sekolah ia diajarkan kebaikan, dilarang berbuat kasar, memakj, berbuat sopan, sedangkan di rumahnya ibu-ba-paknya setiap hari berlaku kasar dan tak mencontohkan nilai-nilai kebaikan.

Di sinilah letak tanggung jawab pendidikan tersebut, terutama tidak hanya menyangkut dari aspek finansial. Lembaga pendidikan hanyalah institusi yang menjalankan proses pendidikan dan mengenalkan nilai. Anak-anak didik kita hanya mampir sesaat di sekolah. Hari-hari panjang justru berada di rumah. Di sinilah tugas para orang tua mengawal apa yang telah diperoleh di sekolah. Itulah sinergi terbaik antara sekolah dan orang tua.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.