Resep Kepiting

29 05 2007

KEPITING SAOS PADANG

6 buah kepiting/rajungan
4 sdm saos tiram
5 sdm saos tomat
3 sdm saos sambal botolan
2 sdm cabe merah giling
150 ml air
1 sdt merica bubuk
Garam secukupnya
Gula pasir secukupnya

Bumbu haluskan:
5 siung bawang merah, tumis
3 siung bawang putih, tumis
5 buah cabe rawit merah, tumis sampai layu
2 cm jahe, haluskan

CARA MEMBUAT :

  1. Rebus kepiting sampai matang lalu belah badannya menjadi 2 bagian. Dideep fried juga boleh. Kayanya sih lebih enak di deep fried
  2. Tumis bumbu halus sampai harum.
  3. Bubuhkan saos tiram, saos tomat, cabe merah giling, dan sisa bahan lainnya.
  4. Masukkan kepiting rebus, aduk sampai rata. Masak sampai kuah mengental.

Kepiting Asam Manis

Bahan:
3 ekor kepiting segar
1 buah jeruk nipis, ambil airnya
100 gr nanas kalengan, potong dadu
3 sdm saus tomat

Bumbu:
5 buah bawang merah
4 siung bawang putih
1/4 butir bawang bombay, iris2 seperti cincin
2 buah tomat
4 butir kemiri
1/2 ibu jari jahe
gula merah secukupnya
madu secukupnya

Cara membuat:

  • Rebus kepiting hingga matang, angkat, buka cangkangnya.
  • Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri dan jahe.
  • Tumis bawang bombay hingga harum kemudian masukkan bumbu halus tadi, aduk rata kemudian masukkan potongan nanas, aduk hingga matang.
  • Haluskan tomat, gula merah dan air jeruk nipis, masukkan kedalam masakkan tadi, tambahkan saus tomat dan madu sedikit, aduk sampai memdidih.
  • Masukkan kepiting yang sudah direbus tadi jangn lupa beri garam dan gula, tutp kecilkan apinya, tunggu sebentar sampai bumbu meresap, angkat, hidangkan.




Mengapa,Siapa, dan Apa?

9 05 2007

Siapa dan mengapa? Beberapa peristiwa yang pernah tercermati oleh visual mata membuat saya menjadi bertanya siapa dan apa? Subjek yang akan saya urai dalam kolom singkat ini adalah “keteladanan”dan “Penyebab”. Satu peristiwa besar pernah terliput dalam sebuah stasiun TV swasta, Wakil presiden Yusuf Kalla hadir dalam Munas PSSI dan dalam penyampaian sambutannya, beliau mengatakan… Baca selengkapnya





Berhasil dan Gagal

4 05 2007

Beberapa perbandingan antara orang yang berhasil dan orang yang gagal, mudah-mudahan banyak indikator positif yang kita punya.
Andai kita dalam posisi gagal, mudah-mudahan dapat menjadi pencerahan ….

BERHASIL :
Menghadapi masalah sebagai tantangan
GAGAL :
Menghadapai masalah sebagai beban/hambatan
Baca Selengkapnya ….





Pengembangan Diri Peserta Didik

4 05 2007

Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. Di samping itu, untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir. Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.
Kegiatan pengembangan diri berupa pelayanan konseling difasilitasi/ dilaksanakan oleh konselor, dan kegiatan ekstra kurikuler dapat dibina oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangnya. Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstra kurikuler dapat megembangankan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Untuk lebih detailnya tentang Kegiatan Pengembangan Diri Peserta Didik, dapat di download di sini :

Pengembangan Diri Peserta Didik
Sumber : Direktorat Jenderal Manajemen Dikdasmen Depdiknas





Contextual Teaching and Learning

4 05 2007

Pendekatan kontektual(Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil

Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru.Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual…….

Untuk lebih jelasnya apa dan bagaimana CTL, dapat di download di sini:

Contextual Teaching and Learning
Sumber : Direktorat Jenderal Manajemen Dikdasmen Depdiknas





Diagnostik Potensi Peserta Didik

4 05 2007

Berbicara masalah pendidikan peserta didik kiranya tak bisa lepas dari pemahaman tentang perkembangan jiwa peserta didik. Peserta didik bukanlah sekadar robot yang bisa diprogram begitu saja sehingga bisa bergerak atas kemauan guru atau orang tua. Peserta didik adalah individu unik yang mempunyai eksistensi, yang memiliki jiwa sendiri, serta mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan iramanya masing-masing yang khas. Peserta didik bagaikan aneka macam bunga elok di taman sari yang indah. Mereka memiliki pesonanya masing-masing sehingga tidak bisa diseragamkan begitu saja atau dipangkas sama rata. Mereka sungguh memerlukan perlakuan khusus dan individual selain sekadar perlakuan kolektifikasi.

Untuk lebih jelasnya bagaimana kita dapat mengenali potensi peserta didik dapat di download di sini :

Diagnostik Potensi Peserta Didik
Sumber : Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas





Pembuat Karikatur NAbi Muhammad SAW terbakar hidup-hidup ?

3 05 2007

Saya baru aja nemuin berita yang sebetulnya dirilis sejak lama dan belum tentu berita ini benar atau hanya sekedar hoax …….

 

‘Danish Editor burnt alive’

The editor of the Danish newspaper ‘Jyllands Posten’ was burnt to death when a fire ysteriously broke out in his bedroom, a Saudi newspaper claims. According to the newspaper, the editor was sleeping in his bedroom when the fire ravaged his bedroom. He and his newspaper became controversial when it had published blasphemous caricatures of Prophet Muhammad (PBUH).

 

The paper claims that the Danish govt is trying to cover up the news of the death. He was hit by divine retribution, the paper added. Muslims, all over the world, strongly denounced his blasphemous act and massive protests were held in all Muslim countries including Pakistan. Text messages and emails that claim that the editor or the cartoonist has been burnt alive have also been circulating since Tuesday, lending support to this report. The paper named the editor as Elliot Back. However, Back is merely a senior in Computer Science at Cornell University, who had published the caricatures on his website. Name of the culture editor of Jyllands Posten, who commissioned the caricatures, is Flemming Rose. Jens Julius is the name of one of the cartoonists that drew the images. There were 12 cartoonists in all, who according to the BBC have gone into hiding. – NEWS DESK

 

source : http://www.nation.com.pk/daily/june-2006/15/index12.php

Gak tau ini bener atau hoax tapi yang jelas Allah SWT telah menjamin hukuman bagi mereka yang telah menghina agama, Nabi dan ummat-Nya, jangan terburu percaya dengan berita ini sebelum ditelusuri kebenarannya …. 🙂