Mengapa,Siapa, dan Apa?

9 05 2007

Siapa dan mengapa? Beberapa peristiwa yang pernah tercermati oleh visual mata membuat saya menjadi bertanya siapa dan apa? Subjek yang akan saya urai dalam kolom singkat ini adalah “keteladanan”dan “Penyebab”. Satu peristiwa besar pernah terliput dalam sebuah stasiun TV swasta, Wakil presiden Yusuf Kalla hadir dalam Munas PSSI dan dalam penyampaian sambutannya, beliau mengatakan…

Mengapa PSSI belum mampu mengibarkan Sang Merah Putih? dan Siapa yang harus bertanggung jawab dengan semua ini? Semua keinginan, fasilitas, gaji, dan kesejahteraan sudah diberikan namun kinerja belum ada. Apa lagi yang harus diberikan? Pemain Asing sudah ada, tetapi kinerja juga belum maksimal. Saya punya komentar dengan apa yang diutarakan oleh pak Yusuf Kalla… ya..pak…bagaimana semua itu bisa terealisasi sesuai harapan bapak, la wong yang diteladani dan diantara orang yang ada di pengurus PSSI itu adalah orang-orang yang bermasalah, jadi mau dibilang apa? Komentar ini saya katakan, karena tampilan munas tersebut ada seorang pengusaha yang bermasalah?????

Mengapa seorang artis Julia Ferez menangis-nangis ketika beberapa foto pornonya beredar di internet? Booking pengacara dan menuju ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik. Julia tidak yakin bahwa foto-foto itu adalah dirinya. Dalam wawancara dengan sebuah infoteiment, Julia menangis dan tidak terima…karena merasa terzolimi. Saya tertawa sendiri…baru beberapa hari saya melihat sebuah tayangan TV “Selebriti mendadak dangdut” Julia Ferez mengenakan busana yang fulgar pada bagian belakang, dan lekukan belahan dada yang melebar, sambil berlenggak-lenggok. Putri duyung kembar dalam setiap edisinya pun Julia dan Rahma selalu berpenampilan fulgar. Kalau demikian mau bilang apa?

Reshfell Kabinet Indonesia bersatu telah digulirkan senin, 5 Mei 2007. Moment penting dalam sejarah perjalanan kepemimpinan SBY menjadi barometer bagi kinerja kabinetnya. Beberapa orang terpilih dan tersingkir. Kembali untuk perbaikan kinerja pengemban amanah, apakah harus ada kata kecewa? apakah harus ada kata karena saya? apakah harus ada kata tidak adil? Sungguh ironis…mental para pengemban amanah bangsa ini. Bagaimana bangsa ini akan maju jika pergantian jabatan atau sebuah reshafell menghasilkan barisan sakit hati? Kapan berpikir tentang rakyatnya. Jika pertanyaan tentang kecewa seharusnya rakyat yang kecewa bahwa apa yang telah dilakukan oleh para pengemban amanah untuk kehidupan mereka. Kalau berpikir karena saya, seharusnya para pengemban kembali melihat peran penting keberadaan rakyat yang menjembati lahirnya seorang pengemban amanah. Dengan kepercayaan dari rakyat maka semua dapat dinikmatinya. Kalu berpikir tentang ketidakadilan. Lihatlah rakyat kembali, apa yang telah dirasakan dan dinikmati oleh rakyat tentang sebuah keadilan. Kasus-kasus hukum yang sangat merugikan rakyat akhirnya dapat selesai dengan ketukan tumpukan cek yang bernilai trilyulan. Semangat yang dibangun para pengemban amanah bukan lagi semangat kerakyatan, tetapi semangat nominal dari ilustrasi Sudirman di atas kertas berharga. Sebuah kepemimpinan bukan dianggap sebuah tanggung jawab tetapi sebuah kesempatan. Jadi, mau bilang apa?

Umroh, mungkin dapat dibilang sebuah perjalanan suci untuk berintropeksi diri dan merenung dengan apa yang telah dilakukan, dengan asa bahwa Tuhan akan memberikan kemudahan dan kebaikan dalam perjalanan hidup sang hamba. Seingat saya… bahwa umroh itu adalah senilai dengan haji kecil. Jika hal itu benar…betapa baiknya akhlak dan perilaku sang hamba dalam hidup ini. Ada sebuah fenomena baru yang saya cermati bahwa umroh masa sekarang telah bergeser nilainya dari nilai religius menjadi nilai ritualis atau distorsi nilai religi. Sayang sekali jika nilai ini harus bergeser… secara tidak langsung adanya pelecehan dalam penghambaan kepada “Sang Khalik”. Astagfirullah…Naudzubillah…habis mau bilang apa?

Politik dengan dagang sapi dan impor beras fiktif telah membelenggu seorang Widjarnako. Karena sangat asyiknya bermain politik dengan sapi dan beras, widjarnako akhirnya harus berurusan dengan lembaga pemasyarakatan. Sangat dilematis ketika hukum harus bicara untuk menghadapkan widjarnako dan keluarganya ke meja hijau. Apakah kasus dari seorang widjarnako denag 4 perkara yang dilakukan mampu memvonis beliau untuk menukar istana megahnya pada ruang yang berukuran 4 x 4 meter di Cipinang? Bicara soal Cipinang… ngomong-ngomong saya pernah datang berkunjung untuk sekedar mengetahui ada apa di dalam penjara sana?. Saya bertemu dengan Guterez, kelompok Mujahidin, napi asing, walau pun hanya sekilas ia melintas dihadapan saya dalam sebuah aula penunggu besukan…cukup saya merenung sejenak tentang kehidupan para napi di sana.  Tembok beton tinggi dan berselebung kawat-kawat tajam,  para napi dari berbagai kejahatan, para lapas, dan petugas lainnya seharusnya memberi dampak pemandangan angker di lembaga tersebut. Tetapi, ternyata berbeda dengan perkiraan saya. Segala aktivitas selalu bernilai rupiah. Mulai dari pengambilan slip kunjungan sampai memanggilkan rekan yang dibesuk selalu dengan rupiah. Ada sebuah cerita dari dalam penjara yang saya dapatkan dan memang menarik untuk disimak. Wah…di penjara itu kehidupannya malah sangat borjuis…ente mau apa di sini…apa aja ada. dari mulai ruang penjara paket minim sampai yang VIP. Dengan kisaran dana setoran kepada Palkam atau Kepala Kamar beragam, mulai dari 150 ribu per bulan sampai jutaan rupiah. Dari fasilitas AC, Kulkas, TV, Kasur Empuk, warnet sampai internet. Saya yang mendengar itu terkaget-kaget…ah masa sich. Semakin menarik cerita rekan saya ini. Beliau melanjutkan… jangan kaget…itu baru standar…ada lagi yang sewa kamar khusus untuk ngamar. apa???? wajah saya mengkernyit mendengar itu. Apa tidak ada yang larang? pertanyaan bodoh terucap dari kepolosan saya. Di sini bebas…asal ada uang! Cuma kentut aja yang aromanya alami. Kalau yang lain bau duit…he..he…he.. Mungkin awalnya saya juga berpikir sama dengan ente, di sini berbeda dengan di luar tetapi kenyataannya berbeda. Barang haram yang menjadi razia dan aksi penangkapan kami tetap beredar di sini. Di sini kami bisa menikmati kembali apa pernah kami pakai…(maksudnya semua jenis narkoba) ..yang penting ada uang. Di sini selalu ada pesta (mulai pesta narkoba, minuman keras bermerk, pesta tatto)…pokoknya ada uang semua jalan. Coba ente lihat para caping itu (Caping adalah napi yang diberdayakan untuk menjemput dan mengantar bawaan besukan dengan bayaran lima ribu rupiah persatu keluarga) dan par petugas lapas…setiap kunjungan atau besukan uangnya banyak…bayangkan saja kalau satu hari kunjungan ada 100 keluarga maka berapa rupiah yang dapat dikantongi mereka. itung sendiri dech…Kalau sudah begini saya mau bilang apa?

Anatomi tubuh ilegal semakin banyak beredar di sekitar kita. Murah…Mudah…dan alami. Di manakah mereka? Alam maya telah metransfernya dan mendistribusikannya dengan apik. Tubuh belia sampai yang tua tampil di sana. Anatomi tubuh tunggal sampai yang berpasangan. Wah membuat mata terbelalak…dan jantung berdebar. Membuat terkesima. Bangsa ini tengah gemar berapresiasi dengan seni yang membuat jiwa menjadi senewen. Semula yang tabu semakin melambung dan fulgar. Kata leluhur yang dianggap kaku kini mulai kedodoran. Ada sebuah puisi dari penyair tua “Taufik Ismail” yang rajin berapresiasi dengan seni sastranya. Sebuah tulisan pernah dibuatnya “Aku Malu Jadi Orang Indonesia” kritik pedas nan lugas dan tegas. Tapi….sayang seribu kali sayang tak ada yang tersandang…kritik habis dan kata bijak terabaikan. Kini tinggallah derita yang tak berkesudahan dari ibu pertiwi yang kesakitan. Karena penyakit yang tak terobati dan terpati yang sebentar lagi mati…..mau bilang apa? 


Actions

Information

One response

10 05 2007
bapake raffa

yah abis mo gimana lagi …..
apa perlu kita lompati satu generasi
yang sekarang berada dalam posisi strategis baik eksekutif, legislatif dan yudikatif dari puncaknya sampai akar rumput kita ganti semua …?

semuan diganti dengan generasi baru semua yang fresh dan belum terkontaminasi…

abis mo gimana lagi …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: