Teknologi Penyadap KPK

4 11 2009

Soal selidik-menyelidik sekarang ini bukan monopoli polisi atau detektif swasta saja. Orang awam sekalipun bisa merasakan jadi penyelidik untuk berbagai tujuan pribadi. Bahkan stasiun televisi juga ikut menawarkan jasa penyelidikan seperti : Termehek-mehek, Orang Ketiga atau yang lainnya. Apalagi alat-alat canggih ala James Bond dan Mission Impossible saat ini sudah banyak ditawarkan di pasaran.

Sepintas nama-namanya cukup seram : alat penyadap pembicaraan ruangan, kamera mini, pendengar suara jarak jauh, teropong berkamera, teropong malam hari, kamera tembus pandang, yang paling banyak digunakan saat ini PenCam dan sebagainya. Di Jakarta alat seperti itu bisa didapatkan di toko-toko elektronik di kawasan Glodok atau bisa juga dicari di sejumlah toko online di internet.

Alat yang digunakan KPK

Berita mengenai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang telah menggunakan teknologi canggih untuk memperlancar pekerjaan mereka sebagai pemberantas korupsi di Indonesia, telah terbukti dengan adanya alat penyadap yang digunakan untuk menyadap percakapan Artalyta Suryani dengan para pejabat Jaksa Agung Muda (JAM). KPK telah mengalokasikan dana sebesar 34 miliar dari dana APBN dalam proyek pengadaan KPK melalui Daftar Isian Proyek dan Anggaran (DIPA) 035-2/69-03-0-2005, untuk membeli alat sadap jenis portable A (laptop dan receiver) seharga Rp1,512 miliar, jenis B harganya Rp5,25 miliar, dan jenis C harganya Rp4 miliar. Alat penyadap tersebut dinamakan ATIS Gueher Gmbh buatan Jerman.

Alat penyadap

ATIS (Audio Telecommunication International Systems), adalah sebuah generasi baru dari Instant Recall Recorders (IRC) dalam teknologi solid-state, yang dapat dikoneksikan ke dalam audio source berupa telepon atau handphone GSM/AMPS/CDMA dan akan merekam atau menyadap seluruh komunikasi suara dengan kapasitas aktif lebih dari 680 menit dan 1000 panggilan yang berbeda. Kompresi algoritma yang ada di dalam ATIS telah memperbesar kapasitas penyimpanan dan kualitas suara yang cukup jernih. Dengan menggunakan koneksi telepon, ATIS dapat mengidentifikasi penelepon, waktu telepon dan nomor penelepon via RS 232 link built-in.

Teknik penyadapannya, menurut wakil ketua KPK, Amien Sunaryadi, akan menyadap nomor telepon seluler dan kemudian akan ditampilkan di sistem KPK. Sedangkan pengawasannya akan dilakukan oleh komite pengawas yang terdiri dari non penegak hukum. Selain penyadap telepon seluler, ATIS Gueher Gmbh, KPK juga telah membeli peralatan firing buatan AS dan peralatan macro sistem bikinan Polandia.


Actions

Information

2 responses

12 11 2009
gue tob

wahh mw beli kamera yg tembus pandang ja ahh..bwt bukti ke kpk klo ada yg korupsi ukuran bra..

12 11 2009
adifia

asal fotonya bukan hasil rekayasa ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: