PROSA GURU

1 12 2009

Sebuah Prosa oleh Fianty

Empat Tahun menelusuri jalan akademik
Memutar otak
Mengatur strategi
Membangun paradigma
Merajut kecintaan dan semangat
Penghujung waktu terdengar dan tercetus bait
“Kami calon manusia pendidik bertekad ….mengabdi pada masyarakat, menyebarkan ilmu, dan mencerdaskan anak bangsa…”
He…he…kedengarannya serius.
Hai…tapi tunggu…tunggu dulu…”sepertinya ada yang salah dalam bait itu…apa ya..???
Cita-cita????….memang itu yang akan jadi lakon hidup guru…
Jadi sukses dalam karier guru????…ah itu sih tergantung
Jadi konglomerat ??? wah itu namanya ketelingsut …
Tapi apa mungkin ya….
Beberapa bulan yang lalu…aku coba berlabuh pada sebuah institusi pendidikan
Lebih kerennya sih “Sekolah favorit”
Tampak dari kejauhan gedung itu megah…
Tampak ketengah halamannya luas…waw
Tampak ke dalam …lebih luar biasa…
Tiba-tiba…hatiku berkata…ayo bangun…bangun…bangun…
Lihat…lihat…dihadapanmu ada anak-anak bangsa yang menggeliat kesakitan
Tolong mereka…angkat mereka…antarkan mereka ke depan pintu gerbang kebaikan, kesuksesan, kemandirian, dan bla..bla…
Mereka sakit!!!!…….
Ya…sakit sikapnya…sakit otaknya…sakit Harapannya…
Dalam analogiku …mereka itu laksana tembikar yang tergastur apik namun tak Tersentuh dalam proses
Mereka itu laksana kayu..kayu yang kerap menopang pada dahan lain
Mereka itu laksana air…air yang mulai terkontaminasi oleh formula asing yang berakibat virus…
Pikirkan…!!!.pikirkan!!!
Tersadar diriku…rekeningku bertuliskan angka-angka yang lumayan…
fantastis…tidak juga…
Lumayan…ya…sangatlah….
Sekadar  mampir ke warteg dan singgah ke kontrakan yang beraroma rupa
Setahun sudah impianku terbangun di gedung megah itu…
Rumah sendiri…
Status sosial merangkak naik
Kata-kata motivasi terbangun…
Selamat tinggal kemiskinan dan aku benci kemiskinan…..
Namun…..langkah-langkahku demikian beratnya..manakala tuntutan hidupku berubah dan takdir masih mengakrabi dalam sebuah dilema….
Aku seorang pahlawan..
Sepanjang jaman…sebagai penjual jasa…pahlawan tanpa tanda jasa
Pahlawan yang hidup di rumah kontrakan
Pahlawan yang menopang jalan hidupnya dengan kedua kakinya
Pahlawan yang teronggok di sampah untuk mengais tambahan
Pahlawan yang tergopoh-gopoh melebarkan sayap lesnya untuk harapan
Pahlawan yang hanya bisa beli obat warungan dan berharap rembes-an
Namun….dihari guru ini….akhirnya aku pun punya penghargaan
Terdengar merdu…
Dan membangkitkan bulu roma
Untuk menafsirkan makna seorang guru
Dari bentangan nada indah…
“Kita jadi pintar dibimbing Pak guru…Kita jadi pandai dibimbing Bu guru
“guru bak pelita, penerang dalam gulita…jasamu tiada tara”
Akhirnya…kuputuskan untuk melanjutkan hidupku dalam prosa guruku dan aku ingin meniru sapa syair sang pujangga
Jadilah engkau seperti pohon di puncak bukit yang tumbuh tegak dan rimbun;
Kalau engkau tidak bisa seperti pohon di puncak bukit, jadilah engkau seperti  pohon yang tumbuh di tepi jalan untuk menaungi pejalan kaki dari teriknya matahari;
Kalau engkau tidak  bisa seperti pohon yang tumbuh di tepi jalan, jadilah engkau seperti semak belukar yang tumbuh di tanggul sungai untuk menahan lajunya air;
Kalau engkau tidak bisa seperti semak belukar yang tumbuh di tanggul sungai, jadilah engkau seperti bunga bakung yang diam-diam berbunga di musim kemarau dan penghujan;
Kalau engkau tidak bisa seperti bunga bakung, jadilah engkau seperti rumput manis yang tumbuh di jalan setapak,  yang membawa orang pada mata air kehidupan, sebab tidak semua orang harus menjadi besar, kuat dan perkasa, tetapi sejauh mana engkau membuat hidupmu bermakna.
(Khalil Gibran)
Semoga teladan itu tetap menghiasi diri kita
Dan semangat untuk bangkit pun tetap menyala
Menjadi pelita yang selalu menerangi
Langkah-langkah anak bangsa….
Selamat Hari Guru
Semoga Allah Meridhoi kita

Actions

Information

4 responses

3 12 2009
adifia

Selamat juga untuk mama yang telah berhasil meraih peringkat kedua Guru Berprestasi 2009 Avicenna-Medco Foundation. I’m proud of you….

16 01 2010
sri muawanah

pada awalnya ku merasa profesi guru adalah hal yang membosankan,namun setelah setahun belakangan ini ku jalaniada suatu perubahan yang berbedadari tanmggapan awalku.

dan,ku kan mencoba tuk selalu berjuang tuk profesi ku ini.

doakan aku selalau wahai guruku.(sri muawanah-do you remember me????)

16 01 2010
adifia

of course my dear….
you are our student at VRC right?

Semoga sukses selalu yah…

18 01 2010
sri muawanah

amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: