Orang Tua dan Tanggung Jawab Pendidikan

12 07 2011

Sekolah memang telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak hingga dewasa, termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggungjawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggungjawab sekolah.

SEBAGAI orang tua, kita ingin memberikan pendidikan yang terbaik pada anak-anak kita. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, memilihkan sekolah yang baik buat anak-anak kita. Namun, sering kali orang tua juga merasa sudah melaksanakan kewajiban mendidik anak, dengan hanya menyerahkannya kepada sekolah.

Demikian juga persepsi dalam masyarakat kita umumnya memiliki pandangan bahwa pendidikan dikonotasikan dengan ruang belajar dalam kelas yang dibatasi oleh tembok sehingga banyak orang tua yang meyakini bahwa memilih sekolah yang terbaik merupakan cara yang paling tepat untuk membekali masa depan anak di kemudian hari.Sekolah memang telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak hingga dewasa termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggungjawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keterlibatan orang dewasa yaitu orang tua yang penuh perhatian.

Jika orang tua terlibat langsung dalam pendidikan anak-anak di sekolah, maka prestasi anak tersebut akan meningkat Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki orang tua yang selalu bersikap mendukung. Pelaksanaan pendidikan bagi anak bukan hanya di sekolah, tetapi di rumah dan masyarakat sekitar kita. Sebagai orang tua hanya berusaha membangun fondasi yang kuat untuk mereka, termasuk mental spiritual dan kita harus da-pat menjadi teladan yang baik untuk anak kita.Sering muncul kesalahkaprahan. Para orang tua sering kali merasa bahwa dengan menitipkan seorang anak di lembaga pendidikan, semuanya selesai. Sementara di rumah, apa yang anak dapat tak sama dengan nilai-nilai yang diajarkan di sekolahnya. Tak ada keteladanan yang diperoleh dari anak menyebabkan mereka bimbang terhadap nilai-nilai.

Kenyataan yang terjadi masih banyak jurang pemisah yang terjadi dalam konsep pendidikan kita saat ini. Banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya tanggungjawab pendidikan ke sekolah. Tanpa disadari, anak-anak hanya menghabiskan waktu 25% di sekolah, sedangkan sisanya mereka menghabiskan waktu di rumah.Di sekolah ia diajarkan kebaikan, dilarang berbuat kasar, memakj, berbuat sopan, sedangkan di rumahnya ibu-ba-paknya setiap hari berlaku kasar dan tak mencontohkan nilai-nilai kebaikan.

Di sinilah letak tanggung jawab pendidikan tersebut, terutama tidak hanya menyangkut dari aspek finansial. Lembaga pendidikan hanyalah institusi yang menjalankan proses pendidikan dan mengenalkan nilai. Anak-anak didik kita hanya mampir sesaat di sekolah. Hari-hari panjang justru berada di rumah. Di sinilah tugas para orang tua mengawal apa yang telah diperoleh di sekolah. Itulah sinergi terbaik antara sekolah dan orang tua.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: