Ujian Nasional Mulai 16-19 April 2012

15 12 2011

Meski ditentang banyak pihak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ngotot menggelar ujian nasional (UN) 16 hingga 19 April 2012. Kepastian ini disampaikan Menteri Dikbud M Nuh kepada wartawan, Sabtu (10/12/2011).

Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012 dan UN susulan berlangsung pada 30 April-4 Mei 2012.

Adapun, untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012 dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012.

Pengumuman hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB, dan SMALB pada 2 Juni 2012, sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.

Mantan Rektor ITS ini mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari keabsahan pelaksanaan UN mendatang. “Hasil ijtihad saya memutuskan UN harus tetap jalan baik dari perspektif politik maupun akademik. Tidak perlu diperdebatkan halal atau haramnya karena MA juga tidak pernah melarang UN,”tegasnya.

Dipilihnya tanggal 16-19 April 2012 karena di hari itu tidak ada agenda nasional maupun hari besar keagamaan sehingga tidak mengganggu pihak-pihak yang merayakannya. “Kalau UN kemarin kan bersamaan dengan pelaksanaan puasa untuk umat nasrani, jadi banyak warga Papua yang protes,” katanya.

Selain jadwal ujian, kemendikbud juga sudah menentukan jadwal ujian susulan mulai 23 hingga 26 April 2012.”Kami sengaja mengumumkan jauh hari agar sekolah mulai menyiapkan try out,” katanya.

Ada beberapa hal yang beda pada pelaksanaan UN mendatang. Diantaranya masalah soal. Dipastikan Nuh, soal-soal UN akan dibuat langsung oleh kemendikbud pusat. Ini berbeda dengan pelaksanaan UN tahun 2010-2011 dimana setiap propisni menentukan tender sendiri, meski pada akhirnya percetakan yang dipilih tidak selalu berada di wilayah propinsi tersebut, seperti Jatim yang memilih percetakan dari Jakarta. “UN tahun mendatang akan ditarik secara nasional, tapi bukan berarti satu percetakan, bisa 3-5 percetakan dan bisa dibagi per wilayah. Agar kontrol kita lebih gampang,”terangnya.

Percetakan yang dipilih nanti harus menggunakan sistem security yang bisa menekan kebocoran dan penyimpangan.

“Dengan sistem ini naskah soal yang dibuat bisa dilacak darimana percetakannya. Jadi seandainya ada dugaan kebocoran bisa langsung dicek soalnya dan sudah tahu dariaman cetaknya sehingga memudahkan untuk menyelidikinya,” terang alumni SMAN IX Surabaya.

Menurut Nuh, percetakan ini sangat penting karena bisa menjadi sumber malapetaka jika tidak baik memilihnya. Selain masalah percetakan, aturan baru yang akan diterapkan di UN mendatang adalah permutasi soal yang lebih dinamis. Sama dengan UN lalu dimana soal dibuat lima tipe A,B,C,D,E, tapi pemberian soalnya tidak selalu sama untuk tiap siswa. “Misalnya pelajaran pertama dia mendapat soal tipe A, pelajaran kedua dia tidak dapat A lagi. Ini untuk mengantisipasi kebocoran, sebab kalau mengharapkan bocoran dia minimal dapat lima tipe soal,” katanya.

Sementara untuk komposisi nilai kelulusan tetap seperti dulu yakni 40 persen nilai sekolah dan 60 persen nilai UN.

Sementara untuk kelulusan tetap ditentukan satuan pendidikan dengan kriteria telah menyelesaukan seluruh program pembelajaran, lulus mata pelajaran yang diujikan, berkelakuan baik dan diujikan secara nasional. Ini digabung baru ditentukan lulus/tidak. Sementara untuk nilai rata-rata minimal yang lulus adalah 5,5 dengan nilai minimal per mata pelajaran 4.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: