Kisi-Kisi UN tahun Pelajaran 2012/2013

30 11 2012

https://i2.wp.com/bsnp-indonesia.org/id/wp-content/themes/bsnp/images/logo.gifDi tengah polemik rencana pelaksanaannya tahun depan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  melalui Badan Standar Nasional Pendidikan  atau BSNP akhirnya merilis kisi-kisi soal Ujian Nasional 2013. Perkiraan soal untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah itu mulai disosialisasikan di laman resmi BSNP sejak hari Selasa (20/11/2012).

Dalam laman tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencantumkan tiga tautan, yaitu tautan surat keputusan (SK) tentang kisi-kisi soal ujian nasional (UN), tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah dasar, serta satu tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah menengah pertama dan atas.

SK menyebutkan bahwa khusus kisi-kisi UN ini digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal UN dan memiliki masa berlaku selama tiga tahun.

Sosialisasi kisi-kisi soal UN ini sesuai dengan janji Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud Hari Setiadi, pekan lalu. Sebelumnya, rencana sosialisasi kisi-kisi memang sempat diundur dari bulan Oktober ke bulan November.

Hari mengatakan, para guru dapat segera memanfaatkan kisi-kisi ini sebagai acuan untuk mengajarkan materi yang sesuai kepada siswanya. Selain melalui situs resmi BSNP dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, kisi-kisi akan disosialisasikan melalui dinas pendidikan di masing-masing daerah.

Materi yang dimuat dalam kisi-kisi dan akan diujikan dalam UN tahun depan pun tidak jauh berbeda dengan kisi-kisi soal UN 2012. Oleh karena itu, meski soal UN akan dibuat dalam 20 variasi, menurut Hari, guru dan siswa tak perlu khawati

Selamat mempersiapkan UN semoga UN tahun ini lebih baik lagi.

DOWNLOAD :

SK Kisi-Kisi tahun 2012-2013,

Kisi-Kisi SD,MI, SDLB-tahun 2012-2013,

Kisi-Kisi -SMP-SMA,SMK-PLB-tahun 2012-2013





Aplikasi Pendataan Calon Peserta Ujian Nasional 2012/2013

28 11 2012

Dalam  rangka  pendataan  calon  peserta  Ujian  Nasional  (UN),penyelenggara  tingkat  pusat memfasilitasi  program  pendataan  secara  offline  dan  online.  Hal  ini  dimaksudkan  untuk mempermudah proses pendataan sehingga data yang dihasilkan lebih cepat, tepat, akurat dan akuntabel.

Aplikasi Pendataan Ujian Nasional meliputi jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs/SMPT, SMA/MA serta SMK adalah sebuah sistem aplikasi untuk menangani mekanisme pendataan siswa calon peserta Ujian Nasional.
Saat ini dan selanjutnya sistem pendataan calon peserta ujian nasional akan dilakukan secara online. Kita berharap kegiatan pendataan online ini akan berjalan dengan lancar tanpa halangan apa pun.

Namun karena tidak semua daerah dapat mengakses internet dengan baik maka, kami membuat aplikasi pendataan offline ini, tujuannya adalah untuk memudahkan menginput data secara offline dahulu terutama untuk daerah yang sulit mendapatkan jaringan internet, kemudian diupload. Aplikasi ini tidak memerlukan instalasi, cukup dengan mengcopy folder yang berisi file-file berikut:
1.  BIODATA UN. Exe
2. msvsc71.dll
3. vfp9r.dll
4. vfp9renu.dll
5. vfp9t.dll
6. foxypreview.app
7. ReportBuilder.app
8. ReportOutput.app
9. ReportPreview.app
10.  Kompetensi.dbf  ( Khusus untuk keperluan SMK )

Berikut  ini  adalah  beberapa hal yang harus diperhatikan :

  1. Kode Provinsi yang dipakai adalah Kode Provinsi seperti UN 2011/2012.
  2. Kode Kota/Kabupaten tetap seperti kode UN 2011/2012 dan sama untuk Ujian Nasional SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, Paket A, Paket B, dan Paket C.
  3. Kode Sekolah harus sama dengan kode sekolah yang dipakai pada UN 2011/2012, kecuali ada pemekaran, dapat dikode ulang.
  4. Khusus SMK program 4 tahun, menggunakan 2 kode sekolah, kode diatas 900, untuk siswa yang diharapkan lulus tahun berikutnya (2013/2014), kode yang lama dipakai untuk siswa yang diharapkan lulus tahun pelajaran 2012/2013.
  5. Setiap sekolah/madrasah HARUS mempunyai NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) yang diterbitkan oleh PDSP.
  6. Jika siswa sudah memiliki NISN maka wajib dientrikan.

Catatan:

  • Sebelum melakukan entri data, pastikan bahwa sudah mendownload file dari data base pusat yang bernama : rayon13_xxU.dbf dan sek13_xx01U.dbf ( xx = kode propinsi ) dan Kompetensi.dbf.  File ini tidak boleh menggunakan file yang bukan dari data base pusat.
  • Untuk Password dan alamat download database Rayon dan Sekolah silahkan hubungi Dinas Pendidikan di daerah masing-masing.
  • Untuk mendownload Aplikasi silahkan klik DISINI
  • Untuk mendownload manual dan petunjuk lainnya klik DISINI




Ujian Nasional Mulai 16-19 April 2012

15 12 2011

Meski ditentang banyak pihak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ngotot menggelar ujian nasional (UN) 16 hingga 19 April 2012. Kepastian ini disampaikan Menteri Dikbud M Nuh kepada wartawan, Sabtu (10/12/2011).

Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012 dan UN susulan berlangsung pada 30 April-4 Mei 2012.

Adapun, untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012 dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012.

Pengumuman hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB, dan SMALB pada 2 Juni 2012, sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.

Mantan Rektor ITS ini mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari keabsahan pelaksanaan UN mendatang. “Hasil ijtihad saya memutuskan UN harus tetap jalan baik dari perspektif politik maupun akademik. Tidak perlu diperdebatkan halal atau haramnya karena MA juga tidak pernah melarang UN,”tegasnya.

Dipilihnya tanggal 16-19 April 2012 karena di hari itu tidak ada agenda nasional maupun hari besar keagamaan sehingga tidak mengganggu pihak-pihak yang merayakannya. “Kalau UN kemarin kan bersamaan dengan pelaksanaan puasa untuk umat nasrani, jadi banyak warga Papua yang protes,” katanya.

Selain jadwal ujian, kemendikbud juga sudah menentukan jadwal ujian susulan mulai 23 hingga 26 April 2012.”Kami sengaja mengumumkan jauh hari agar sekolah mulai menyiapkan try out,” katanya.

Ada beberapa hal yang beda pada pelaksanaan UN mendatang. Diantaranya masalah soal. Dipastikan Nuh, soal-soal UN akan dibuat langsung oleh kemendikbud pusat. Ini berbeda dengan pelaksanaan UN tahun 2010-2011 dimana setiap propisni menentukan tender sendiri, meski pada akhirnya percetakan yang dipilih tidak selalu berada di wilayah propinsi tersebut, seperti Jatim yang memilih percetakan dari Jakarta. “UN tahun mendatang akan ditarik secara nasional, tapi bukan berarti satu percetakan, bisa 3-5 percetakan dan bisa dibagi per wilayah. Agar kontrol kita lebih gampang,”terangnya.

Percetakan yang dipilih nanti harus menggunakan sistem security yang bisa menekan kebocoran dan penyimpangan.

“Dengan sistem ini naskah soal yang dibuat bisa dilacak darimana percetakannya. Jadi seandainya ada dugaan kebocoran bisa langsung dicek soalnya dan sudah tahu dariaman cetaknya sehingga memudahkan untuk menyelidikinya,” terang alumni SMAN IX Surabaya.

Menurut Nuh, percetakan ini sangat penting karena bisa menjadi sumber malapetaka jika tidak baik memilihnya. Selain masalah percetakan, aturan baru yang akan diterapkan di UN mendatang adalah permutasi soal yang lebih dinamis. Sama dengan UN lalu dimana soal dibuat lima tipe A,B,C,D,E, tapi pemberian soalnya tidak selalu sama untuk tiap siswa. “Misalnya pelajaran pertama dia mendapat soal tipe A, pelajaran kedua dia tidak dapat A lagi. Ini untuk mengantisipasi kebocoran, sebab kalau mengharapkan bocoran dia minimal dapat lima tipe soal,” katanya.

Sementara untuk komposisi nilai kelulusan tetap seperti dulu yakni 40 persen nilai sekolah dan 60 persen nilai UN.

Sementara untuk kelulusan tetap ditentukan satuan pendidikan dengan kriteria telah menyelesaukan seluruh program pembelajaran, lulus mata pelajaran yang diujikan, berkelakuan baik dan diujikan secara nasional. Ini digabung baru ditentukan lulus/tidak. Sementara untuk nilai rata-rata minimal yang lulus adalah 5,5 dengan nilai minimal per mata pelajaran 4.





STOP BULLYING

20 09 2011

Raffa sudah kelas 1 SD sekarang, alangkah senangnya hati kami tatkala melihat ia memasuki ruang kelas untuk pertama kalinya. Alhamdulillah hingga saat ini ia termasuk anak yang  cerdas, mudah diarahkan dan menerima pelajaran. Saya lihat nilai-nilainya sangat baik, bahkan ia cerita sering menjadi tempat menyontek teman-teman kelasnya.. hihihi…

Namun beberapa hari ini hati saya sedikit risau ketika dalam beberapa kali kesempatan belajar di rumah, ia menyampaikan keinginannya untuk pindah sekolah karena teman-temannya menjauhi. Pada awalnya saya berfikir hal tersebut adalah biasa bagi anak-anak seumuran mereka, bercanda, musuhan, baikan lagi…

Namun tadi malam Raffa lebih jelas menyampaikan alasan kenapa ia ingin keluar dari sekolah tersebut, ia beralasan gak betah karena sering diganggu baik secara fisik oleh temannya maupun gangguan verbal dalam bentuk cemooh dan dikucilkan dan kalimat-kalimat pengusiran dari sekolah oleh beberapa teman kelasnya.

Mungkinkah Raffa korban bullying? Bullying terjadi pada siswa kelas 1 SD?!

Saya baru saja mengkomunikasikan hal ini kepada pihak sekolah sambil berharap semoga apa yang  terjadi kepada Raffa semata-mata dinamika anak kecil dan terus memberikan dukungan dan penguatan kepada Raffa.

Alhamdulillah, ternyata kebetulan tadi pagi Raffa sudah dipindahkan posisi duduknya oleh wali kelas ke posisi depan dari sebelumnya di tengah. Wali kelas pun menyadari potensi Raffa dan mengakui kelemahannya dalam mengawasi siswa siswa yang hanya 5 siswi dari 20 siswa. ia pun berjanji segera menindaklanjuti hal ini.

Itulah yang melatarbelakangi saya mengangkat tema bullying, tak terbatas untuk sekolah ataupun kuliah.. di kantorpun bisa saja terjadi…

Definisi Bullying

Apakah arti kata bullying ? Istilah ini di Indonesia masih terdengar asing dan sulit mencari padanannya, untuk itu mari kita simak beberapa definisi berikut:

Read the rest of this entry »





SKL, Soal, dan Kriteria Kelulusan Ujian Nasional 2011

4 03 2011

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Nasional 2011 berikut ini saya sampaikan beberapa informasi terkait dengan SKL dan Kelulusan Ujian Nasional 2011.

Kisi-Kisi Ujian Nasional dan SKL

Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal ujian berdasarkan SKL dan memuat sejumlah indikator • Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN) Tahun 2010/2011 merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/sub pokok bahasan Kurikulum 1994, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, dan Standar Isi

Kisi-Kisi Soal dikembangkan oleh Puspendik dan guru
mata pelajaran yang berpengalaman melalui:

  1. Validasi kisi-kisi di beberapa provinsi
  2. Penyusunan item soal oleh guru dan dosen berpengalaman
  3. Telaah Soal
  4. Uji Coba Soal UN
  5. Analisa Hasil Uji Soal
  6. Item yang Masuk Bank Soal
  7. Berakitan Soal Berbasis Kisi-Kisi
  8. Pembuatan Master Soal

Kelulusan dari Satuan Pendidikan

Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan  oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

  • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  • Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, dan jasmani, olahraga, dan kesehatan;
  • Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
  • Lulus ujian nasional.

Kriteria Penyelesaian Seluruh Program Pembelajaran

  • SD/MI : memiliki rapor Semester 1 sampai 12
  • SMP/MTs : memiliki rapor Semester 1 sampai 6
  • SMA/MA : memiliki rapor Semester 1 sampai 6
  • SMK 3 Tahun : memiliki rapor Semester 1 sampai 6
  • SMK 4 Tahun : memiliki rapor Semester 1 sampai 6

Kriteria Nilai BAIK
Ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing untuk 4 (empat) kelompok mata pelajaran:

  • kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
  • kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian,
  • kelompok mata pelajaran estetika, dan
  • kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Lulus Ujian Sekolah/Madrasah

Kriteria kelulusan Ujian Sekolah/Madrasah untuk SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan nilai Sekolah/Madrasah (S/M) untuk mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

Lulus Ujian Nasional

  • Nilai Sekolah/Madrasah (satuan pendidikan) adalah:
  • Gabungan 0,60 nilai Ujian Sekolah dan 0,40 rata-rata nilai rapor Semester 3,4, dan 5 untuk SMA/MA
  • Gabungan 0,60 nilai Ujian Sekolah dan 0,40 rata-rata nilai rapor Semester 1,2,3,4, dan 5 untuk SMP/MTs
  • Nilai Kompetensi Kejuruan adalah gabungan 0,70 nilai Ujian Praktek Kejuruan + 0,30 nilai Teori Kejuruan, dimana Kriteria Kelulusan Kompetensi Kejuruan adalah Minimum 6,0 (catatan: ujian Praktek Kejuruan dilaksanakan sebulan sebelum UN dan ujian Teori Kejuruan dilaksanakan sehari sebelum ujian Praktek Kejuruan)

Lulus Ujian Nasional

  • NA=Nilai Akhir; NS=Nilai Sekolah/Madrasah; UN=Nilai Ujian Nasional

NA = 0,60 UN + 0,40 NS

  • Kriteria Kelulusan UN:
    • Rata-Rata NA minimum 5,5 dan tidak ada nilai di bawah 4,0
    • Kelulusan dari satuan pendidikan dirapatkan Dewan Guru dengan memperhatikan nilai akhlak mulia

Catatan Penting :

  1. UN Tahun Pelajaran 2011/2011 dilaksanakan satu kali
  2. Tidak ada UN Ulangan
  3. UN Susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN Utama
  4. Ujian Praktek kejuruan untuk SMK dilaksanakan paling lambat satu
    bulan sebelum UN Utama
  5. Ujian Teori Kejuruan dilaksanakan sekolah dengan soal dari Pusat
  6. Tidak ada TPI
  7. Kriteria Kelulusan yang Berbeda dengan Tahun Lalu
  8. Jumlah Paket Soal
  9. Akan ada Uji Petik
Sumber : Sosialiasi Ujian Nasional 2011 BSNP




Prof Mansyur Ramli: 5 Paket Soal UN 2011 Perkecil Peluang Nyontek

25 02 2011

Pada Ujian Nasional (UN) tahun 2011 ini, akan ada sesuatu yang berbeda. Jika sebelumnya hanya ada 2 paket soal untuk peserta UN, kini soal yang dibagikan ada 5 paket untuk satu ruangan.

“Kalau 5 paket artinya ada 5 macam soal sehingga memperkecil peluang untuk saling kerjasama, menyontek,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional (Balitbang Kemendiknas) Prof Mansur Ramli.

Berikut ini wawancara detikcom dengan Mansyur, Kamis (24/2/2011):

Apa pertimbangan 5 paket soal dalam satu ruangan di UN?

Pertama agar di ruangan ujian, kalau 5 paket artinya ada 5 macam soal sehingga memperkecil peluang untuk saling kerjasama, menyontek. Kemudian kedua, juga memperkecil siapa pun yang mau intervensi karena kesulitan. Itulah alasan utama kenapa diperbanyak paketnya.

Semula dirancang bila memungkinkan adalah 20 paket. Tapi tampaknya agak sangsi, jangan sampai di percetakan nanti muncul kekhawatiran tidak mampu atau ada soal yang lembarnya terbalik-balik.

Ke depannya akan diperbanyak lagi paket soalnya?

Ini kita bertahap dengan mencoba 5 paket. Ke depan, dipertimbangkan untuk ditambah paket. Jadi kita semakin membangun sistem. Ini merupakan cara untuk mengurangi kesempatan mencontek, mengintervensi.

Ini tentu belajar dari pengalaman UN sebelumnya?

Dari pengalaman, di UN ternyata banyak siswa yang tidak lulus karena ada intervensi. Kalau percaya diri, peluangnya lulus tinggi. Contoh, ada beberapa sekolah karena ditemukan intervensi maka ujian dibatalkan. Ketika dihitung yang lulus, hanya 60 persen.

Lalu ketika ujian dibatalkan lalu diuji kembali dan diawasi ketat, yang terjadi justru lebih dari 90 persen lulus. Artinya kalau diberi kesempatan untuk percaya diri, tanpa diganggu (orang yang berikan jawaban), peluang lulusnya lebih tinggi. Ini karena bahan ujian sudah dibagi. Sepanjang siswa belajar, maka kesempatan lulus tinggi.

Tahun lalu masih banyak juga yang mencoba intervensi siswa?

Ya, banyak spekulan yang menjual jawaban yang tidak benar. Kalau ada yang membeli ini karena orangtua dan siswa berpikiran pendek. Berpikir yang penting lulus tanpa berpikir panjang. Sehingga mereka percaya saja dengan penjual jawaban itu. Karena jawabannya salah ya tidak lulus.

Sosialisasi 5 paket soal UN sudah selesai dilakukan?

Sosialisasi kepada yang terkait sudah. Kalau kepada siswa, nanti ketika ujian ya sudah akan langsung ada paket soal. 5 Paket ini untuk SMP dan SMA. Ini semua sudah ada Prosedur Operasi Standar (POS)-nya.

Kapan UN dilakukan?

Untuk tingkat SMP pada tanggal 25-28 April 2011. UN susulan untuk SMP dan sederajat pada 3-6 Mei 2011. Pengumuman UN 2011 tingkat SMP paling lambat 4 Juni.

Sedangkan untuk tingkat SMA diadakan pada tanggal 18-21 April. UN 2011 susulan untuk SMA dan sederajat pada 25-28 April. Lalu, hasil UN untuk SMA akan diumumkan di sekolah masing-masing pada 3-6 Mei. Kalau tidak salah, jadwalnya sudah benar begitu.

Bagaimana dengan nilai kelulusan UN?

Prinsipnya kelulusan siswa antara lain ditentukan oleh nilai akhir yaitu gabungan antara nilai ditentukan oleh nilai akhir yaitu gabungan antara nilai UN yang diselenggarakan Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) dan nilai ujian sekolah (US) yang mengakomodir rata-rata nilai rapor semester 1 sampai dengan 5 untuk SMP dan SMA.

Bobot penggabungan adalah 60% untuk UN dan 40% untuk US. Misal nilai UN = 8 dan US = 9. Nilai akhirnya = 8 X 0,6 + 9 X 0,4 = 4,8 + 3,6 = 8,4 berarti lulus karena syarat kelulusannya adalah 5,5.

Adakah kendala menjelang UN 2011?

Sampai saat ini belum ada hambatan. Ini Karena UN sudah beberapa tahun dilaksanakan. Sekarang sedang masa lelang untuk percetakan. Ada yang sudah mulai minggu lalu dan ada juga yang mulai minggu ini. Sebelum UN, percetakan harus sudah selesai. Kita sudah koordinasi.

Bagaimana mekanisme lelang percetakan soal UN?

Lelang terbuka. Sama seperti sebelumnya. Hanya saja ada proses yang kita tambahkan ke peserta lelang sebelum ditetapkan pemenang. Jadi ada tim dari pusat yang akan lihat percetakannya. Kita akan lihat pengamanannya, karena ada percetakan yang pengamanannya kurang bagus.

Kita tidak ingin orang masih bisa lalu lalang di lingkungan percetakan padahal ini harus diisolasi. Ini kan dokumen negara, kerahasiaan harus dijamin.

UN gratis dan tidak dipungut pembayaran?

Tidak ada pungutan. Kalau harus melunasi SPP dulu, itu urusan sekolah masing-masing. Mungkin juga ada sekolah yang membuat pengayaan dan sebagainya, karena tidak bisa membiayai sendiri lalu menginginkan partisipasi orangtua siswa, itu urusan di satuan pendikannya.





FINAL : Ujian Nasional Bulan April 2011 (Permendiknas No.45)

6 01 2011

Ujian nasional tahun pelajaran 2010/2011 jenjang sekolah menengah atas/madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) akan diselenggarakan 18-21 April 2011. Sementara jenjang sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) akan dilaksanakan 25-28 April 2011.

Jadwal UN ini tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 45 Tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46 tentang Pelaksanaan UN SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2010/2011 yang ditandatangani Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh Senin (4/1/2011) di Jakarta.

Dalam UN April mendatang sudah digunakan formula baru untuk menentukan kelulusan yaitu nilai gabungan antara nilai UN dengan nilai sekolah yang meliputi ujian sekolah dan nilai rapor.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly mengatakan, UN Susulan SMA/MA/SMK akan dilaksanakan 25-28 April 2011 dan pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2011.

Sementara UN Susulan SMP/MTs diselenggarakan 3-6 Mei 2011, sedangkan pengumuman UN SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada tanggal 4 Juni 2011. “UN kompetensi keahlian kejuruan SMK dilaksanakan sekolah paling lambat sebulan sebelum UN dimulai,” kata Mansyur.

Sebelum kelulusan diumumkan, sekolah mengirimkan hasil nilai sekolah untuk digabungkan dengan hasil nilai UN ke Kemdiknas. Selanjutnya, setelah digabungkan dengan formula 60 persen UN ditambah dengan 40 persen nilai sekolah, nilai tersebut dikembalikan lagi ke sekolah. Sekolah menggabungkan nilai dengan mata pelajaran lain. “Kan ada tujuh mata pelajaran lain yang harus lulus. Yang menentukan kelulusan tetap satuan pendidikan,” kata Pak Menteri.

Mendiknas melanjutkan, dari peta nilai akan dilakukan analisis setiap sekolah. Sekolah yang nilainya rendah akan dilakukan intervensi seperti tahun 2010 yakni memberikan insentif dana sebesar Rp 1 miliar sebagai stimulus kepada 100 kabupaten/kota yang memiliki nilai UN rendah.

Insentif dana itu diberikan pada kabupaten/kota dengan persentase kelulusan siswa kurang dari 80 persen. Selain dana, pemerintah juga melakukan intervensi program peningkatan kompetensi guru dan remedial. “Tidak ada target khusus kelulusan siswa. Targetnya kejujuran pelaksanaan UN. Itu yang lebih mahal karena dari angka kelulusan tahun lalu sudah 99 persen”.