SOSIALISASI UJIAN NASIONAL 2009/2010

4 02 2010

Dalam rangka pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat Nasional 2009, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang mengadakan kegiatan Sosialisasi Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama yang dilaksanakan tanggal 3-4 Februari 2010 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Peserta dalam kegiatan tersebut  adalah segenap Kepala Sekolah SMA dan SMP Negeri/Swasta se-Kabupaten Tangerang.

Acara Sosialisasi Pelaksanaan Ujian Nasional 2009/2010 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, H.Achmad Suwandhi,SH.

Dalam acara Sosialisasi tersebut, yang bertindak sebagai Pengarah dan Nara Sumber adalah:

  1. H. Achmad Suwandhi, SH, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
  2. Drs. H.Undang R Wahyudin,MM, M.Pd. selaku Kepala Bidang Dikmen Dinas Pendidikan Kab. Tangerang
  3. Drs. Slamet Santoso, M.Pd. Selaku Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kab. Tangerng
  4. Drs. Yadi Kurnia selaku pengawas sekolah

Materi dalam kegiatan tersebut bersumber pada:





UN Sistem Silang Dibatalkan

8 12 2009

Kabar baik bagi para siswa bahwa pelaksanaan Ujian Nasional (UN) campuran bagi siswa SMA/MA dari berbagai sekolah lain dalam satu ruangan batal dilakukan. Pasalnya, pencampuran peserta ujian tersebut sulit dilakukan dan dinilai bisa merugikan siswa.

“Setelah dievaluasi dan disimulasi, UN campur itu hanya mungkin dilakukan di perkotaan. Tetapi kan tidak bisa, jika ketentuan UN campur itu hanya diberlakukan buat siswa di perkotaan. Akhirnya BSNP dan Depdiknas sepakat tidak melaksanakan UN campur,” kata Djemari Mardapi, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, Senin (6/12).

Kebijakan UN campuran itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 75 Tahun 2009 yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Nasional saat itu, Bambang Sudibyo, pada 13 Oktober 2009. Dalam peraturan tersebut, pada Pasal 14 Ayat (2) dinyatakan, peserta jian Nasional, “… dalam satu ruangan terdiri atas peserta ujian dari beberapa sekolah/madrasah dalam satu kecamatan dan/atau kabupaten/kota”.

“Guna memberikan kepastian pelaksanaan UN 2010, BSNP sudah mengirimkan surat edaran ke daerah-daerah sejak pekan lalu. Banyak kebingungan apakah UN ada atau tidak. Setelah pemerintah memastikan UN tetap dilaksanakan, sebagai pegangan awal kami sudah memfaks surat edaran soal UN 2010,” jelas Djemari





Jadwal Ujian Nasional 2009/2010

3 12 2009

Kemarin sore mengikuti suatu kegiatan di Serang, Banten. dan memperoleh informasi waktu pelaksaan Ujian Nasional dari anggota BSNP, sebagai berikut :

UN/UASBN Utama:

1. SMA/MA, SMK   : 22 s.d. 26 Maret 2010

2. SMP/MTs           : 29 Maret s.d. 1 April 2010

3. SD/MI  : 4 s.d. 6 Mei 2010

UN/UASBN Susulan:

1. SMA/MA, SMK : 29 Maret s.d. 5 April 2010

2. SMP/MTs         : 5 s.d. 8 April 2010

3. SD/MI               : 10 s.d. 12 Mei 2010

UN Ulangan:

1.  SMA/MA, SMK : 10 s.d. 14 Mei 2010

2. SMP/MTs          : 17 s.d. 20 Mei 2010





BSNP: Ujian Tetap Digelar dengan Aturan yang Sama

30 11 2009
Ujian Nasional (UN) dipastikan tetap akan digelar. Meski Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi pemerintah, UN tetap dilaksanakan dengan aturan yang sama seperti yang lalu. Tidak ada yang berubah.

“UN tetap digelar dengan aturan yang sama. Nilai standar kelulusan 5,5 dan nilai 4 maksimal 2,” kata anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Mungin Edi melalui telepon, Senin (30/11/2009).

Dia menjelaskan, terkait penolakan kasasi itu sebenarnya keputusan MA pada 14 Septemnber lalu serupa dengan keputusan pada sidang di pengadilan tingkat pertama.

“Tergugat pemerintah hanya diminta memperbaiki kualitas guru, sarana dan prasaran, sistem informasi, dan memperhatikan efek psikologi pada anak didik. Jadi tidak ada pelarangan,” jelas Mungin.

Menyikapi itu, sebenarnya telah dilakukan upaya peningkatan kualitas guru dengan melakukan uji kompetensi, sarana prasarana diperbaiki, dan dampak psikologis diimbangi dengan melakukan perbaikan, untuk UN 2010 akan dilaksanakan ujian utama, kemudian ada ujian susulan, dan ujian ulangan.

Ujian utama tingkat SMU dilakukan pada 22-26 Maret, dan tingkat SMP pada 29 Maret-1 April. Kemudian ujian susulan dilaksanakan 1 minggu setelah ujian digelar, dan ujian ulangan pada minggu kedua di bulan Mei.

“Kalau gagal juga, artinya siswa tidak memenuhi kompetensi, nantinya bisa mengulang tahun depan, atau ikut program paket A atau B,” tambahnya.

sumber: detiknews




PK Sulit, Ujian Nasional Tetap Sesuai Rencana

30 11 2009

PEMERINTAH seharusnya langsung mengeksekusi ke- putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak penyelenggaraan ujian nasional (UN). Upaya peninjauan kem- bali (PK) hampir dipastikan tidak akan berhasil karena pemerintah tidak mungkin memiliki alat bukti baru.

“Amat mungkin besar di- tolak,” tegas pengamat hukum dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Asep Warlan Yusuf pada Media Indonesia, kemarin.

PK merupakan upaya hukum yang sifatnya luar biasa.
Untuk dapat mengajukan PK, pemerintah harus memiliki temuan baru yang belum diajukan pada proses peradilan sebelumnya (novum). Atau, pemerintah menemukan kekeliruan yang sangat nyata dan tidak bisa diterima dari segi hukum, filosofi, serta sosiologi yang dilakukan hakim.

“Kalau tidak ada syarat itu, PK tidak bisa,” kata dia.

Pada kesempatan terpisah, pengamat hukum dari Universitas Indonesia Rudi Satrio menilai peraturan pemerintah tentang standar nasional pendidikan yang melegalkan pelaksanaan UN harus diganti.
Pasalnya, regulasi itulah yang menjadi payung hukum pemerintah mengajukan PK.

Hal senada disampaikan ketua tim pemantau independen UN Mawardi Effendi di Padang, kemarin. “Pemerintah sebaiknya mengikuti keputusan MA karena memang pelaksanaan UN selama ini tidak terlalu baik,” kata Mawardi yang juga Rektor Universitas Negeri Padang (UNP).

Sementara itu, Mendiknas M Nuh di Surabaya, kemarin, meminta murid agar konsentrasi belajar karena UN 2010 tetap digelar sesuai dengan rencana.

Sumber  : MI, Senin, 30 Nop 2009





Soal Ujian Nasional 2010 Dicetak 15 PTN

24 11 2009

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Mungin Eddy Wibowo mengatakan, untuk tahun depan, PTN akan dilibatkan tidak hanya sebagai tenaga pengawas, tetapi juga perumus, pencetak, distributor hingga pemindai (scanning) soalUNuntuksiswa SMA. “Ada 15 PTN yang dilibatkan dari seluruh Indonesia.

PTN itu kita ikut sertakan karena memiliki percetakan sendiri yang dapat digunakan untuk mencetak soal ujian,” ungkap Mungin ketika dihubungi harian Seputar Indonesia (SI) kemarin. Desember mendatang, kata dia, ke-15 PTN tersebut akan diundang BSNP untuk membahas realisasi proyek ini.“Namun, 15 PTN tersebut harus kita seleksi terlebih dulu agar sesuai persyaratan yang sudah ditetapkan BSNP,” ungkap Mungin.

Dia menjelaskan, persyaratan tersebut di antaranya memiliki security printing, yaitu alat keamanan pencetakan yang berguna agar siapa pun tidak mudah mengopi lembar jawaban secara sembarangan.“Pihak pencetakan di PTN harus memiliki alat itu,” katanya. Karena hanya 15 PTN yang memiliki percetakan, satu PTN memiliki tanggung jawab mencetak dan mendistribusikan soal ujian ke dua atau tiga provinsi.

“Dia bisa bekerja sama dengan PTN yang tidak memiliki percetakan di provinsi,”papar Mungin. PTN yang dilibatkan dalam percetakan soal, kata Mungin, akan mendapatkan dana dari BSNP untuk menyelenggarakan hal tersebut. “Kalau dia bertanggung jawab mencetak soal untuk dua atau tiga provinsi,berarti dana distribusinya dibagi dua dengan PTN yang berada di provinsi tersebut,” ujarnya. Read the rest of this entry »





UN 2010 Menerapkan Sistem Silang?

15 11 2009

Mantan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd., Kons. mengatakan, dalam penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2010 mendatang, sistem silang antarsekolah akan diterapkan untuk para peserta UN dari kalangan SMA dan MA.

“Dalam penyelenggaraan UN tahun-tahun sebelumnya, sistem  silangantarsekolah diterapkan untuk pengawas UN yang berasal dari guru, sedangkan untuk tahun ini justru murid-murid peserta UN yang akan disilang dengan sekolah lain,” katanya, Rabu (11/11).

Ia mengatakan, dengan sistem silang tersebut dapat dipastikan tidak ada peserta yang mengerjakan soal UN di sekolahnya sendiri, namun sistem silang tersebut akan diterapkan antarsekolah yang tidak berjarak terlalu jauh untuk memudahkan para siswa.

Read the rest of this entry »