SKL, Soal, dan Kriteria Kelulusan Ujian Nasional 2011

4 03 2011

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Ujian Nasional 2011 berikut ini saya sampaikan beberapa informasi terkait dengan SKL dan Kelulusan Ujian Nasional 2011.

Kisi-Kisi Ujian Nasional dan SKL

Kisi-Kisi Soal Ujian Nasional adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal ujian berdasarkan SKL dan memuat sejumlah indikator • Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN) Tahun 2010/2011 merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/sub pokok bahasan Kurikulum 1994, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, dan Standar Isi

Kisi-Kisi Soal dikembangkan oleh Puspendik dan guru
mata pelajaran yang berpengalaman melalui:

  1. Validasi kisi-kisi di beberapa provinsi
  2. Penyusunan item soal oleh guru dan dosen berpengalaman
  3. Telaah Soal
  4. Uji Coba Soal UN
  5. Analisa Hasil Uji Soal
  6. Item yang Masuk Bank Soal
  7. Berakitan Soal Berbasis Kisi-Kisi
  8. Pembuatan Master Soal

Kelulusan dari Satuan Pendidikan

Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan  oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

  • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  • Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, dan jasmani, olahraga, dan kesehatan;
  • Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
  • Lulus ujian nasional.

Kriteria Penyelesaian Seluruh Program Pembelajaran

  • SD/MI : memiliki rapor Semester 1 sampai 12
  • SMP/MTs : memiliki rapor Semester 1 sampai 6
  • SMA/MA : memiliki rapor Semester 1 sampai 6
  • SMK 3 Tahun : memiliki rapor Semester 1 sampai 6
  • SMK 4 Tahun : memiliki rapor Semester 1 sampai 6

Kriteria Nilai BAIK
Ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing untuk 4 (empat) kelompok mata pelajaran:

  • kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
  • kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian,
  • kelompok mata pelajaran estetika, dan
  • kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Lulus Ujian Sekolah/Madrasah

Kriteria kelulusan Ujian Sekolah/Madrasah untuk SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan nilai Sekolah/Madrasah (S/M) untuk mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

Lulus Ujian Nasional

  • Nilai Sekolah/Madrasah (satuan pendidikan) adalah:
  • Gabungan 0,60 nilai Ujian Sekolah dan 0,40 rata-rata nilai rapor Semester 3,4, dan 5 untuk SMA/MA
  • Gabungan 0,60 nilai Ujian Sekolah dan 0,40 rata-rata nilai rapor Semester 1,2,3,4, dan 5 untuk SMP/MTs
  • Nilai Kompetensi Kejuruan adalah gabungan 0,70 nilai Ujian Praktek Kejuruan + 0,30 nilai Teori Kejuruan, dimana Kriteria Kelulusan Kompetensi Kejuruan adalah Minimum 6,0 (catatan: ujian Praktek Kejuruan dilaksanakan sebulan sebelum UN dan ujian Teori Kejuruan dilaksanakan sehari sebelum ujian Praktek Kejuruan)

Lulus Ujian Nasional

  • NA=Nilai Akhir; NS=Nilai Sekolah/Madrasah; UN=Nilai Ujian Nasional

NA = 0,60 UN + 0,40 NS

  • Kriteria Kelulusan UN:
    • Rata-Rata NA minimum 5,5 dan tidak ada nilai di bawah 4,0
    • Kelulusan dari satuan pendidikan dirapatkan Dewan Guru dengan memperhatikan nilai akhlak mulia

Catatan Penting :

  1. UN Tahun Pelajaran 2011/2011 dilaksanakan satu kali
  2. Tidak ada UN Ulangan
  3. UN Susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN Utama
  4. Ujian Praktek kejuruan untuk SMK dilaksanakan paling lambat satu
    bulan sebelum UN Utama
  5. Ujian Teori Kejuruan dilaksanakan sekolah dengan soal dari Pusat
  6. Tidak ada TPI
  7. Kriteria Kelulusan yang Berbeda dengan Tahun Lalu
  8. Jumlah Paket Soal
  9. Akan ada Uji Petik
Sumber : Sosialiasi Ujian Nasional 2011 BSNP




Prof Mansyur Ramli: 5 Paket Soal UN 2011 Perkecil Peluang Nyontek

25 02 2011

Pada Ujian Nasional (UN) tahun 2011 ini, akan ada sesuatu yang berbeda. Jika sebelumnya hanya ada 2 paket soal untuk peserta UN, kini soal yang dibagikan ada 5 paket untuk satu ruangan.

“Kalau 5 paket artinya ada 5 macam soal sehingga memperkecil peluang untuk saling kerjasama, menyontek,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional (Balitbang Kemendiknas) Prof Mansur Ramli.

Berikut ini wawancara detikcom dengan Mansyur, Kamis (24/2/2011):

Apa pertimbangan 5 paket soal dalam satu ruangan di UN?

Pertama agar di ruangan ujian, kalau 5 paket artinya ada 5 macam soal sehingga memperkecil peluang untuk saling kerjasama, menyontek. Kemudian kedua, juga memperkecil siapa pun yang mau intervensi karena kesulitan. Itulah alasan utama kenapa diperbanyak paketnya.

Semula dirancang bila memungkinkan adalah 20 paket. Tapi tampaknya agak sangsi, jangan sampai di percetakan nanti muncul kekhawatiran tidak mampu atau ada soal yang lembarnya terbalik-balik.

Ke depannya akan diperbanyak lagi paket soalnya?

Ini kita bertahap dengan mencoba 5 paket. Ke depan, dipertimbangkan untuk ditambah paket. Jadi kita semakin membangun sistem. Ini merupakan cara untuk mengurangi kesempatan mencontek, mengintervensi.

Ini tentu belajar dari pengalaman UN sebelumnya?

Dari pengalaman, di UN ternyata banyak siswa yang tidak lulus karena ada intervensi. Kalau percaya diri, peluangnya lulus tinggi. Contoh, ada beberapa sekolah karena ditemukan intervensi maka ujian dibatalkan. Ketika dihitung yang lulus, hanya 60 persen.

Lalu ketika ujian dibatalkan lalu diuji kembali dan diawasi ketat, yang terjadi justru lebih dari 90 persen lulus. Artinya kalau diberi kesempatan untuk percaya diri, tanpa diganggu (orang yang berikan jawaban), peluang lulusnya lebih tinggi. Ini karena bahan ujian sudah dibagi. Sepanjang siswa belajar, maka kesempatan lulus tinggi.

Tahun lalu masih banyak juga yang mencoba intervensi siswa?

Ya, banyak spekulan yang menjual jawaban yang tidak benar. Kalau ada yang membeli ini karena orangtua dan siswa berpikiran pendek. Berpikir yang penting lulus tanpa berpikir panjang. Sehingga mereka percaya saja dengan penjual jawaban itu. Karena jawabannya salah ya tidak lulus.

Sosialisasi 5 paket soal UN sudah selesai dilakukan?

Sosialisasi kepada yang terkait sudah. Kalau kepada siswa, nanti ketika ujian ya sudah akan langsung ada paket soal. 5 Paket ini untuk SMP dan SMA. Ini semua sudah ada Prosedur Operasi Standar (POS)-nya.

Kapan UN dilakukan?

Untuk tingkat SMP pada tanggal 25-28 April 2011. UN susulan untuk SMP dan sederajat pada 3-6 Mei 2011. Pengumuman UN 2011 tingkat SMP paling lambat 4 Juni.

Sedangkan untuk tingkat SMA diadakan pada tanggal 18-21 April. UN 2011 susulan untuk SMA dan sederajat pada 25-28 April. Lalu, hasil UN untuk SMA akan diumumkan di sekolah masing-masing pada 3-6 Mei. Kalau tidak salah, jadwalnya sudah benar begitu.

Bagaimana dengan nilai kelulusan UN?

Prinsipnya kelulusan siswa antara lain ditentukan oleh nilai akhir yaitu gabungan antara nilai ditentukan oleh nilai akhir yaitu gabungan antara nilai UN yang diselenggarakan Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) dan nilai ujian sekolah (US) yang mengakomodir rata-rata nilai rapor semester 1 sampai dengan 5 untuk SMP dan SMA.

Bobot penggabungan adalah 60% untuk UN dan 40% untuk US. Misal nilai UN = 8 dan US = 9. Nilai akhirnya = 8 X 0,6 + 9 X 0,4 = 4,8 + 3,6 = 8,4 berarti lulus karena syarat kelulusannya adalah 5,5.

Adakah kendala menjelang UN 2011?

Sampai saat ini belum ada hambatan. Ini Karena UN sudah beberapa tahun dilaksanakan. Sekarang sedang masa lelang untuk percetakan. Ada yang sudah mulai minggu lalu dan ada juga yang mulai minggu ini. Sebelum UN, percetakan harus sudah selesai. Kita sudah koordinasi.

Bagaimana mekanisme lelang percetakan soal UN?

Lelang terbuka. Sama seperti sebelumnya. Hanya saja ada proses yang kita tambahkan ke peserta lelang sebelum ditetapkan pemenang. Jadi ada tim dari pusat yang akan lihat percetakannya. Kita akan lihat pengamanannya, karena ada percetakan yang pengamanannya kurang bagus.

Kita tidak ingin orang masih bisa lalu lalang di lingkungan percetakan padahal ini harus diisolasi. Ini kan dokumen negara, kerahasiaan harus dijamin.

UN gratis dan tidak dipungut pembayaran?

Tidak ada pungutan. Kalau harus melunasi SPP dulu, itu urusan sekolah masing-masing. Mungkin juga ada sekolah yang membuat pengayaan dan sebagainya, karena tidak bisa membiayai sendiri lalu menginginkan partisipasi orangtua siswa, itu urusan di satuan pendikannya.





UJIAN NASIONAL SMP & SMA: MEI 2011, Formulasi penilaian sedang dimatangkan.

27 12 2010

Pemerintah dan Badan Standar Pendidikan Nasional telah siap dengan formula baru penilaian kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Untuk itu, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011 hanya dilaksanakan satu kali pada bulan Mei 2011.

Pada tahun ini UN ulangan ditidakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.

Ujian nasional (UN) utama untuk SMA/SMK digelar pada minggu pertama Mei 2011, sedangkan untuk SMP pada minggu kedua Mei 2011. Adapun UN susulan bagi mereka yang belum mengikuti UN utama dilaksanakan satu minggu kemudian. Pada tahun ini UN ulangan ditidakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.

Demikian perubahan yang terungkap dalam sosialisasi kebijakan UN Tahun Pelajaran 2010/2011 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, Kamis (17/12).

 

Kegiatan tersebut selain untuk mensosialisasikan juga meminta masukan soal perubahan UN dari dinas pendidikan kota/kabupaten dan perguruan tinggi.Pemerintah memnag telah memgang formula baru. Namun, sebelum ditetapkan secara resmi, pemerintah dan BSNP meminta masukan dari daerah apakah perubahan dalam pelaksanaan UN 2011 bisa diterima dengan baik.

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan dengan adanya formula baru yang mengevaluasi siswa secara komprhensif selama tiga tahun belajar, polemik UN yang muncul tiap tahun diharapkan bisa berhenti. “Kita nantinya mesti lebih fokus pada apa yang perlu dikerjakan atau diperbaiki dari hasil UN,” ujar Nuh.

Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan penilaian kelulusan antara UN dan hasil belajar di sekolah tidak lagi saling memveto, namun bisa saling membantu. Untuk itu, penilaian UN digabung dengan nilai dari sekolah.

Kelulusan siswa dari sekolah dengan melihat nilai gabungan rencananya dipatok minimal 5,5. Nilai gabungan merupakan perpaduan nilai UN dan nilai sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.

Rumus yang ditawarkan pemerintah untuk nilai gabungan = (0,6 x nilai UN) + (0,4 x nilai sekolah). Nilai sekolah dihitung dari nilai rata-rata ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 untuk tiap mata pelajaran UN.

Nuh mengatakan bobot UN mesti lebih besar dari nilai sekolah untuk mengontrol hasil kelulusan. Pasalnya, dari data-data yang ada masih banyak sekolah yang me-mark up nilai siswa.

Dengan formula baru ini, rencananya akan dipatok nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00. Integrasi nilai UN dan nilai sekolah ini diharapkan jadi pendorong untuk menganggap penting semua proses belajar sejak kelas 1 hingga kelas 3.

Adapun kriteria kelulusan ujian sekolah diserahkan kepada sekolah. Nilai sekolah merupakan nilai rata-rata dari ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan penilaian kelulusan siswa tidak lagi hasil potret evaluasi sesaat. Penilaian dilakukan selama proses belajar siswa di sekolah.